Skip to content

Ketua Umum ARWT Idonesia, Drs. H. Sanusi Mawi, M.Si, “ Kebijakan Sekarang Seperti Gunung Terbalik !”

21 Februari 2011

Asosiasi Rukun Warga dan Rukun Tetangga (ARWT) Indonesia tekankan agar DPR Kabupaten Sumedang untuk mendukung perjuangan ARWT dalam realisasi programnya, karena selama ini kebijakan anggaran cenderung tidak berpihak kepada rakyat.
“ Jangan ada alasan defisit, harus riil, dengan pemerataan yang berkeadilan, dimana anggaran harus ‘Pro Rakyat’. Sekarang ini anggaran untuk masyarakat seperti ‘ gunung terbalik’, tidak sempurna, hal ini akan sangat berbahaya. Anggaran harus mengakar kebawah, dimana pucuknya semakin kecil,” hal ini disampaikan Drs. H. Sanusi Mawi, M.Si, Ketua Unum ARWT Indonesia, Rabu (2/2) lalu dalam audien yang digelar di Ruang Paripurna Gedung DPR Kabupaten Sumedang, yang mana hal ini sudah direkomendasikannya kepada presiden.
Disampaikan Sanusi, audien dilakukan karena adanya dorongan dan pertanyaan dari pengurus ARWT dari tiap kecamatan, yang hingga kini masih belum ada penjelasan tentang penyampaian aspirasi dalam audien tahun 2009 lalu. “ Untuk menghindari adanya demo, maka kami berusaha untuk menyampaikan aspirasi mereka dalam temu wicara ini. Bisa dibayangkan kalau seluruh masyarakat RT/RW Se Kabupaten Sumedang berdatangan kemari mempertanyakannya, “ imbuh Sanusi.
Dikatakannya, bahwa materi pembicaraan dalam audien yang kedua kalinya ini adalah untuk menyampaikan permasalahan serupa yang tahun 2009 lalu tidak ada respon sama sekali.
Dalam penyampaian aspirasi masyarakat RT/RW, mereka mengharapkan perhatian pemerintah dalam memperjuangkan kesejahteraan pengurus RT/RW yang merupakan ‘ ujung tombak dan ujung tombok’ dalam membantu semua program yang digulirkan pemerintah dalam melaksanakan konsep/program-program pembangunannya. “ Semua program akan bermuara di pengurus RT/RW ini, karena mereka yang berada di ‘ ring ‘ paling bawah, yang otomatis apabila ada permasalahan atau ketidakpuasan warga, RT/RW-lah yang jadi ‘ kambing hitam’ -nya !, tetapi mengpa RT/RW yang berada di ‘Zona’ paling depan ini tak pernah dilirik sama sekali, apalagi mendapat ‘Reward’ dalam perjuangannya ?. “
Sementara Ketua Panitia Aspirasi Program RT/RW Kabupaten Sumedang Tahun 2011, Andi Ansyaruding, menyampaikan beberapa poin yang merupakan usulan bantuan dana operasional untuk Lembaga RT dan RW, hal ini guna realisasi dalam pencapaian visi dan misi pembangunan Kabupaten Sumedang (RPJPMD 2009-2013), yang terdiri dari permohonan bantuan Dana Opersional (100 rb/3 bln), dana untuk Pembinaan ( Kabupaten, Kecamatan, Desa) dan Tunjangan Hari Raya th (THR)
100 rb/th.
Disampaikan Andi,alam harapannya, agar aspirasi ARWT Kab Smd, dimana pokok-pokok pandangan tersebut dapat dibuat dalam bentuk PAGU yang ketetapan.
Sementara itu, Ketua DPR Kabupaten Sumedang, Drs. H. Sarnata, yang ditemani empat anggota lainnya, menyampaikan apresiasinya terhadap program-program dan sangat sangat setuju dengan visi dan Misi ARWT. Menjawab aspirasi yang dikemukakan dalam audien tersebut, ia menyerahkannya kepada Ketua Harian Anggaran yang merupakan leading sector -nya.
Ketua Harian Anggaran, Atang, yang didampingi 4 orang anggota Badan Anggaran lainnya, menyampaikan bahwa fihaknya bukannya tidak merespon akan aspirasi ARWT pada tahun 2009 lalu, Bukan lupa, tetapi melihat akan azas prioritas, karena kondisi keuangan yang sangat tidak memungkinkan untuk menindaklanjuti aspirasi yang diajukan pada beberapa tahun lalu tersebut. Dikatakannya, bahwa konsekwensi kebijakan yg sdh ditempuh dan tidak berhenti, membuat Anggota Badan Anggaran dihadapkan pada target prioritas dalam RPJMD 2009/2013, yaitu bidang pelayanan dasar dan infra struktur, untuk pendidikan Kabupaten Sumedang sudah 54 %, angka minimal dalam Peraturan Pemerintah adalah 20 %, subsidi untuk antisipasi masyarakat yang tidak ke cover jamkesmas atau lainnya, peningkatan kualitas Infrastruktur, jalan, air bersih dan lainnya, “ Untuk jalan, ditahun 2011 ini, kami punya kewajiban sekitar 700 Km lebih, belum lagi dalam APBD yang sudah ditetapkan kemarin, ada hutang untuk ADD, kita punya tunggakan !, “ kilah Atang.
Diakuinya, di TAPD tidak ada usulan untuk ARWT, “ Tetapi hal ini akan dijadikan bahan telaahan kami, ada peluang dalam evaluasi gubernur, kita akan coba buat formulasi baru, dengan mengingat kondisi pemerintah Kabupaten Sumedang yang mempunyai beberapa target dan akan dibicarakan alternatif dalam pembahasannya, karena saat ini belum ada agenda untuk membahas kebijakan gubernur, “ pungkasnya.
Dalam kesempatan terakhir, Ketua Umum ARWT Indonesia, mengatakan bahwa untuk realisasi dari hal tersebut tergantung ‘ niat’ para pemegang kebijakan, “ Berpihak kepada rakyat atau tidak ?, dalam menetapkan kebijakan, jangan seperti Gunung Terbalik !”, pungkasnya mengulang kalimat yang sempat dikatakannya beberapa saat lalu.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: